Penampilan Perdana Piala AFF U-18 2017, Jadi Ajang Pembuktian Skill Egy Maulana

Penampilan Perdana Piala AFF U-18 2017, Jadi Ajang Pembuktian Skill Egy Maulana
Penampilan Perdana Piala AFF U-18 2017, Jadi Ajang Pembuktian Skill Egy Maulana

Piala AFF U-18 2017 – Nampaknya laga perdana Piala AFF U-18 2017 di Myanmar nanti, bakal jadi ajang pembuktian dari skill Egy Maulana. Sosok Egy Maulana memang sedang santer digadang-gadang menjadi pemain top timnas masa depan, usai mendapat pujian dari David Gallego, pelatih dari Espanyol B.

Gallego melontarkan pujiannya dengan cuma-cuma kepada Egy, kala gawang squadnya digedor sebanyak 2 kali saat melakoni laga uji coba bersama timnas Indonesia.

“Saya betul-betul takjub dengan penampilan pemain dengan nomor punggung 10 (Egy) itu. Suatu saat ia akan menjadi seorang striker top di masa depan”, kata Gallego saat ditemui wartawan kala itu.

Malahan, Gallego pun tak tanggung-tanggung mengatakan kalau gaya bermain Egy sangat mirip dengan mega bintang Barcelona FC, Lionel Messi.

Kini, tugas Egy adalah membuktikan pernyataan tersebut saat berhadapan dengan timnas tuan rumah malam nanti (Selasa, 5 / 9 / 2017) waktu setempat di laga pembuka Piala AFF U-18 2017.

Pada mulanya, Egy Maulana memulai pendidikan sepakbolanya di sekolah sepakbola Ragunan, Jakarta Selatan. Hingga akhirnya ia diangkut oleh Persab Brebes untuk bermain secara pro di Liga 2. Talentanya itu memang sudah terlihat saat tampil bersama Persab di kompetisi Piala Soeratin 2016.

Performa okenya di Persab pun juga mencuri hati pelatih timnas Garuda Muda, Indra Sjafri. Sampai-sampaim Indra pun mengajaknya bergabung di timnas Indonesia U-19. Bersama Tim Merah Putih, Egy berhasil membukukan prestasi yang impresif. Ia dianugerahi award Jouer Revelation Trophee, setelah menuntaskan turnamen Toulon 2017 di Prancis bersama timnas. Sekedar informasi, award tersebut adalah penghargaan yang juga pernah diberikan kepada 2 legenda sepakbola dunia. Yakni, Cristiano Ronaldo dab juga Zinedine Zidane.

Batal ke Juve, Patrik Schick Parkir di AS Roma

Batal ke Juve, Patrik Schick Parkir di AS Roma
Batal ke Juve, Patrik Schick Parkir di AS Roma

Kebulatan tekad Patrik Schick untuk meninggalkan klub, nampaknya tidak lagi bisa dibendung oleh Sampdoria. Walaupun semula hendak hijrah ke Juventus namun gagal, kini juru gedor berusia 21 tahun itu berpaling ke AS Roma.

Sejatinya, persoalan administratif kepindahan Schick ke Juve sudah diurus. Malahan medikal cek up pun sudah dilakoni pemain kelahiran republik Ceko itu, usai nilai transfer telah disepakati oleh pihak manajemen Sampdoria dan Si Nyonya Tua. Namun, setelah tes selesai dilakoni, follow up dari Juve tidak kunjung terjadi. Berdasarkan rumor yang beredar, Schick mengalami masalah jantung yang tercatat pada hasil tes medisnya. Sontak, Juve pun jadi berpikir 2 kali untuk merekrut Schick. Pada akhirnya kesepakatan transfer antar keduanya pun dibatalkan.

Kecewa dengan hasil tes medis tersebut, Schick mengulang tes serupa. Adapun hasil tesnya mengatakan kalau Schick 100 persen sehat jasmani. Mendengar hal itu, sejumlah klub-klub besar semisal Napoli, Inter Milan, AS Roma pun jadi ngiler untuk mengejarnya. Dari ketiga klub yang terang-terangan bersaing untuk mengincar dirinya, Schick akhirnya jatuh hati dan memutuskan pilihannya kepada AS Roma.

Senin kemarin (28 / 8 / 2017), Schick pun sudah menapakkan kaki di Bandara Fiumicino Roma untuk menjalani tes medis pada hari ini (Selasa, 29 / 8 / 2017).

“Saya hargai keputusan Schick yang memilih Roma sebagai tempat berlabuhnya pada musim ini (2017 / 2018)”, ujar Massimo Ferrero selaku Presiden Sampdoria saat disambangi oleh wartawan Premium Sport dan Football Italia.

“Bagaimanapun juga, Schick sebagai pemain pasti ingin bisa naik ke level yang lebih tinggi lagi. Good luck, Schick”, sambung Ferrero lagi.

Kabarnya, Roma bakal mengangkut Schick dengan status pemain pinjaman. Jikalau Roma nantinya mau menjadikannya sebagai pemain tetap, maka Giallorossi harus menebus klausul rilis Schick senilai 38 jt Euro atau setara dengan 605 M Rupiah pada bursa transfer musim panas tahun depan (2018).

Sebetulnya, Schick juga belum lama berseragamkan Sampdoria. Ia cuma tercatat bermain disana selama 1 musim, usai diangkut dari Sparta Praha. Pada musim perdananya di Serie-A, Schick tercatat sudah membukukan sebanyak 11 gol.

Cekcok Terburuk Antar Pemain Satu Klub di Liga Inggris

Cekcok Terburuk Antar Pemain Satu Klub di Liga Inggris
Cekcok Terburuk Antar Pemain Satu Klub di Liga Inggris

Ternyata berada dalam satu tim, tidak menjamin keharmonisan antar pemainnya. Selain memperkeruh suasana klub, cekcok juga bisa mengkompori pemain lain untuk ikut terlarut pada kericuhan. Hal ini pun terjadi pula pada klub-klub di Liga Inggris.

Berikut ini adalah daftar cekcok terburuk antar pemain seklub yang terjadi di Liga Inggris

9. Emmanuel Adebayor kontra Kolo Toure di Manchester City

2 pemain yang sama-sama pernah berseragamkan Arsenal ini sempat kedapatan berkelahi. Pada saat itu, baik Emmanuel Adebayor dan Kolo Toure tiba-tiba emosi dan keduanya langsung terlibat baku hantam. Insiden tersebut terjadi kala Man City tengah menggelar sesi latihan persiapan melawan bekas klub mereka. Adapun latihan yang dilakoni, sama sekali tidak melibatkan kontak fisik antar sesama pemain. Ketegangan agak mereda, kala pemain lain melerai Adebayor dan Toure.

Namun demikian, belakangan tercium kalau Adebayor dinilai sebagai biang masalah. Saat masih bercokol di Emirates Stadium, striker 33 tahun itu juga sering berseteru dengan bekas rekan seklubnya. Diantaranya adalah dengan Robin Van Persie dan Nicklas Bendtner.

8. Mario Balotelli kontra Aleksandar Kolarov di Manchester City

Rasanya para pencinta sepakbola juga sudah tahu, kalau Mario Balotelli adalah pemain yang terkenal tukang bikin ribut dan acapkali bersikap kekanak-kanakan.

4 tahun silam, gelandang kelahiran Italia 27 tahun lalu itu sempat terlibat perkelahian dengan rekan seklubnya di Manchester United, Alexander Kolarov. Masalahnya berawal dari berebut jadi eksekutor tendangan bebas. Alih-alih, sang kapten tim Vincent Kompany turun tangan untuk meredakan ketegangan antar kedua rekannya itu.

Kendati begitu, Balotelli dinilai publik telah menjadi pribadi yang lebih matang saat ini.

7. Emmanuel Adebayor kontra Nicklas Bendtner di Arsenal

Inilah insiden yang sempat dibicarakan sebelumnya. Yakni, saat Emmanuel Adebayor masih bermain untuk Arsenal. Karena Adebayor dan Nicklas Bendtner bukan cuma sekali dua kali membuat gaduh di klub, The Gunners memutuskan untuk mendepak kedua juru gedor tersebut. Apalagi keributan terakhir keduanya, berbuntut pada kekalahan Arsenal atas Tottenham Hotspurs pada fase semi final Piala Carling.

6. Ricardo Fuller kontra Andy Griffin di Stoke City

Kesal dengan kepemimpinan kapten tim, Andy Griffin saat melawan West Ham United pada laga lanjutan Liga Premier musim 2008 – 2009, membuat Ricardo Fuller berinisiatif untuk melampiaskan emosinya. Griffin yang juga merupakan bek di Stoke City, dinilai tidak becus memagari penetrasi lini serang Stoke. Hingga pada saat menjelang sesi turun minum, Fuller langsung menyambangi Griffin dan menaboknya dengan keras.

Akibat dari perbuatannya, Fuller sontak dikartu merah dan diskors selama 3 laga. Bomber asal Jamaica itu juga dibebankan untuk membayar denda sebesar 20,000 Pound oleh klubnya, lantaran dianggap menghambat laju klub.

5. Steve McManaman kontra Bruce Grobbelaar di Liverpool

Bruce Grobbelaar memang terkenal sebagai pemain yang emosian. Pada laga derby Merseyside di tahun 1993, blunder Steve McManaman bermuara pada kreasi gol Everton. Menyaksikan hal tersebut, Grobbelaar yang ngamuk langsung menjotos McManaman.

4. Graeme Le Saux kontra David Batty di Blackburn Rovers

Stres akibat performa buruk klub di Liga Champion musim 1995, membuat 2 pemain yang tempramental tersebut terlibat cekcok. Insiden bermula saat keduanya sama-sama menghampiri si kulit bundar. Keduanya malah berusaha menabrak satu sama lain untuk berebut mendribel bola. Ujung-ujungnya, Graeme Le Saux dan David Batty malah terlibat aksi adu jotos. Untungnya Tim Sherwwod langsung melerai keduanya, sebelum wasit menodong sanksi yang bisa jadi amat merugikan klub.

3. John Arne Riise kontra Craig Bellamy di Liverpool

Kala itu, Liverpool sedang bermukim di Portugal untuk berlaga di kancah Liga Champion kontra Barcelona. Para pemain yang diberikan jatah waktu bebas selepas latihan, memutuskan untuk pergi ke karaoke sambil menenggak minuman keras.

Saat berkaraoke bersama, Craig Bellamy yang sudah setengah mabuk menyetel sebuah lagu dan memaksa John Arne Riise untuk menyanyikannya. Riise yang emoh untuk menuruti kemauan rekannya itu, menimpali dengan kata-kata yang menyulut sumbu emosi Bellamy. Sontak, Bellamy langsung mengambil stik golf dan memukulkannya ke Riise. Hebatnya, The Reds pada akhirnya bisa memenangkan laga melawan Barca dengan skor 2 – 1. Adapun kedua pemain yang sempat terlibat kontak fisik tersebut menjadi donatur yang menuntun Liverpool menuju kemenangan.

2. Jermaine Beckford kontra Eoin Doyle di Preston North End

Cekcok klub Liga Inggris ini terjadi Saat Preston North End berhadapan dengan Sheffield Wednesday. Beckford yang tidak pernah dibagi bola setiap meminta Doyle untuk mengopernya, langsung terstimulasi amarahnya. Beckford lantas menghampiri Doyle dan mendorongnya dengan keras. Pada akhirnya, wasit memutuskan untuk mengeluarkan kedua pemain tersebut dengan todongan kartu merah.

1. Kieron Dyer kontra Lee Bowyer di Newcastle United

Keributan antara Kieron Dyer dan Lee Bowyer yang sampai membuat keduanya saling mencekik leher lawan masing-masing, benar-benar membuat kerugian besar bagi klubnya sendiri saat merumput di laga lanjutan Liga Inggris melawan Aston Villa. Pasalnya wasit yang terpaksa mengeluarkan salah satu dari mereka lewat kartu merah, berujung pada berkurangnya jumlah anggota squad yang tinggal 10 pemain saja. Adapun Newcastle pada akhirnya harus melambaikan bendera putih 0 – 3 atas Aston Villa.

Brazil Difavoritkan Jadi Juara Piala Dunia 2018

Brazil Difavoritkan Jadi Juara Piala Dunia 2018
Brazil Difavoritkan Jadi Juara Piala Dunia 2018

Kendati dirinya melatih timnas Jerman, Joachim Loew sama sekali tidak mengatakan kalau squad -nya bakal menjadi calon kuat penyabet titel Piala Dunia 2018 Rusia. Malahan pelatih berumur 57 tahun itu berani mengatakan, kalau Brazil lebih difaforitkan menjadi jawara Piala Dunia 2018 mendatang.

Pernyataan beraroma pesimistis ini tentu saja menuai tanda tanya publik. Mengingat pada Piala Dunia 2014 lalu, Tim Panser justru mejadi timnas yang meneror Tim Samba di putaran semi final. Tidak tanggung-tanggung, Thomas Mueller cs membabat habis timnas Brazil dengan skor 7 – 1. Pada akhirnya pun, Jerman keluar sebagai timnas yang berhasil menggendong Piala Dunia pada tahun itu.

Selepas ajang 4 tahun sekali itu, performa Brazil pun kian melorot. Sebanyak 2 kali, mereka telah gagal di ajang Copa America. Saat berkompetisi di Copa America 2015, Brazil harus ikhlas tersingkir pada fase perempat final. Bahkan di tahun depannya kala mengikuti ajang Copa America Centenario 2016, Neymar cs justru mengalami nasib yang lebih parah. Mereka tersingkir lebih awal di putaran grup. Rekor histori tersebut menyiratkan, kalau laju Brazil memang terus merosot sejak ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dan gagal keluar sebagai juara.

Namun begitu, kehadiran pelatih baru, Tite di timnas bagaikan sebuah pencerahan bagi Brazil. Penampilan Brazil pun secara bertahap mampu merangkak naik. Sebut saja penampilannya saat mengarungi kualifikasi Piala Dunia 2018, serenceng kemenangan berhasil direnggutnya hingga pada akhirnya mampu memuncaki klasemen. Tite bersama Brazil hanya tercatat kalah 1 kali melawan Argentina dengan hasil 0 – 1 pada sebuah laga persahabatan. Maka tak heran, jika Loew memprediksikan bahwa Brazil akan berhadapan dengan timnas tuan rumah, Rusia pada fase final Piala Dunia tahun depan.

Setelah diusut, naiknya performa Brazil tak lepas dari tangan dingin Tite. Saat membesut Brazil, mantan gelandang bertahan itu benar-benar menggenjot anak-anak didiknya dari segi mental, fisik dan kedisiplinan. Sebagai pelatih, Loew memang sangat melihat hal ini. Maka, pernyataan kalau Brazil bisa menjadi juara bukanlah sekedar asal omong belaka. Namun, berasal dari pengamatannya yang seksama sebagai pelatih senior.

“Sebagai pelatih, saya harus mengakui kalau Brazil mengalami kemajuan pesat dibanding sebelum Tite datang”, tegas Loew kepada Soccerway.

“Apalagi, Brazil saat ini juga mempunyai anggota squad yang memang sudah hebat secara individu. Lihat saja aksi Neymar selama ini”, ungkapnya lagi kepada wartawan.

“Maka jangan heran, kalau saya bilang Brazil bisa jadi juara Piala Dunia 2018″, tuntas Loew sambil meninggalkan wawancara.

Ditinggal Pergi, Barca Copot Poster Neymar di Camp Nou

Ditinggal Pergi, Barca Copot Poster Neymar di Camp Nou
Ditinggal Pergi, Barca Copot Poster Neymar di Camp Nou

Musim 2017 / 2018 pun menjadi lembaran baru bagi FC Barcelona, usai klub asal Catalan itu ditinggal pergi salah satu juru gedornya, Neymar jr. Move on dengan kejadian tersebut, Blaugrana pun mengganti semua poster klub di Camp Nou yang berisikan Neymar dengan poster baru yang tidak disertai pemain asal Brazil itu.

Saat ini Neymar memang tengah menyelesaikan proses transfernya dengan salah satu klub League 1 Prancis, PSG (Paris Saint Germain), dimana prosesi tersebut diperkirakan bakal tuntas dalam 48 jam kedepan. Sontak, Barca pun langsung sigap mengkleteki seluruh poster lamanya yang diramaikan dengan sosok Neymar. Terutama pada poster-poster raksasa yang tertempel didinding-dinding stadion yang menjadi markas mereka. Mereka pun lansung menggantinya dengan poster baru yang lebih menonjolkan sosok Luis Suarez, Gerard Pique, Lionel Messi, Andres Iniesta dan Sergio Busquets.

Disisi lain, Neymar memang telah lama menyampaikan kepada Barca kalau dirinya berniat angkat kaki. Seiring dengan niat yang sudah lama dipendamnya itu, pemain Timnas Samba berumur 25 tahun itu pun juga sudah berpamitan kepada Ernesto Valverde, pelatihnya dan juga semua teman-teman se-klubnya. Aksi balas membalas salam perpisahan pun sempat dilakukan oleh Messi dan Neymar melalui akun Instagram pribadi mereka.

Diberitakan kalau PSG berani menggelontorkan uang senilai 222,000,000 Euro atau sebanding dengan 3,5 Trilyun jika di-Rupiahkan. Selanjutnya, Neymar kabarnya bakal diperkenalkan oleh PSG sebagai pemain barunya pada minggu-minggu ini. Untuk segera merampungkan proses transfer, agen Neymar, Wagner Ribeiro pun saat ini sudah terbang duluan ke Paris.

Mau Tahu Sepatu Sepak Bola Paling Mahal di Dunia?

Skill tinggi dan fisik yang kuat, ternyata belum cukup lengkap bagi pemain-pemain bintang sepakbola dunia untuk beraksi diatas lapangan. Masih ada satu lagi yang mereka perlukan, yaitu sepasang sepatu sepak bola. Sepatu diibaratkan sebagai jubah jirah yang melapisi kaki-kaki para pemain sepakbola. Tentunya semakin tinggi kualitasnya, maka semakin baik pula performa pemakainya di lapangan. Adapun banyak bermunculan produsen sepatu sepak bola dengan brand mereka sendiri-sendiri. Dimana harga dari brand yang bertebaran di pasaran, ditentukan dari kualitas sepatu sepak bola yang diproduksi. Lalu, mau tahu sepatu sepak bola dari brand mana yang menyandang predikat paling mahal di dunia? Berikut adalah 10 sepatu sepak bola yang dicap paling mahal di dunia.

10 sepatu sepak bola dengan harga paling mahal di dunia

10. Adidas F50 Adizero

 

Sepatu Sepak Bola Adidas F50 Adizero
Sepatu Sepak Bola Adidas F50 Adizero

Sepatu sepak bola keluaran Adidas ini, berada di urutan ke 10 dengan harga bandrol mulai dari Rp 800,000. Kelebihan dari sepatu yang satu ini adalah bobotnya yang ringan, karena secara ergonomis, Adidas F50 Adizero ini didesain dengan struktur sepatu lari. Selain itu, desain tampilannya pun dibuat sangat nyentrik dan ‘eye catching’. Berat dari sepatu jenis ini cuma sekitar 150 gr. Salah satu bintang sepakbola dunia yang pernah memakainya adalah Lionel Messi.

9. Adidas Predator Instinct

Sepatu Sepak Bola Adidas Predator Instinct
Sepatu Sepak Bola Adidas Predator Instinct

Selanjutnya, ada Adidas Predator Instinct. Berbahan kulit asli secara mayoritas, membuat sepatu ini sangat menyatu dengan kaki si pemakai. Berat dari sepatu jenis ini sekitar 277 gr. Dengan kualitas yang ditawarkan, sepatu keluaran Adidas yang satu ini dijual dengan harga mulai dari 850,000 di pasaran. Salah satu pemain yang pernah mengenakannya adalah Mesut Ozil.

8. Adidas Nitrocharge

Sepatu Sepak Bola Adidas Nitrocharge
Sepatu Sepak Bola Adidas Nitrocharge

Masih diisi oleh sepatu sepak bola keluaran brand Adidas. Adidas dengan seri Nitrocharge ini dikatakan mampu menghasilkan bola yang melesat dengan kecepatan tinggi dan lebih terukur, saat ditendang. Biasa sepatu ini seringkali menjadi favorit para gelandang. Berbobot 238 gr, Adidas Nitrocharge dijual dengan harga mulai dari Rp 856,000. Sepatu ini pernah dikenakan oleh gelandang dan kapten Liverpool, Steven Gerrard.

7. Nike Superfly

Sepatu Sepak Bola Nike Superfly
Sepatu Sepak Bola Nike Superfly

Sepatu sepak bola yang berada di ranking 7, ternyata diduduki oleh brand Nike. Dibuat dengan teknologi keluaran Nike terbaru, yakni ACC Weather Control. Atau dengan kata lain, sepatu ini bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan yang ditapakinya. Baik disaat rumput dalam kondisi basah, maupun dalam kondisi kering. Adapun, membuatnya menjadi sepatu sepak bola yang minim resiko slip saat dipakai pemain untuk bermanuver. Dengan kelebihannya tersebut, Nike Superfly banyak diminati para striker. Seperti halnya Zlatan Ibrahimovic. Selain itu, bobotnya pun juga sangat ringan. Yaitu, cuma 180 gr. Di pasaran, sepatu sepak bola jenis ini dijual dengan harga mulai dari Rp 2,500,000.

6. Nike Magista Obra

Sepatu Sepak Bola Nike Magista Obra
Sepatu Sepak Bola Nike Magista Obra

Kelebihan sepatu sepak bola keluaran Nike yang satu ini adalah cocok dikenakan oleh pemain di segala posisi. Memiliki teknologi sepatu lari yang tinggi dengan bobot 200 gr, membuat Nike Magistra Obra sangat dipakai berlari bolak-balik lapangan. Nike Magistra Obra dilepas dipasaran dengan harga mulai dari Rp 4,156,000. Salah satu bintang sepakbola yang mengenakannya adalah kiper Joe Hart.

5. Nike Tiempo

Sepatu Sepak Bola Nike Tiempo
Sepatu Sepak Bola Nike Tiempo

Simple dan mewah. Itu kesan pertama yang ingin diperlihatkan oleh Nike Tiempo. Dijual di pasaran dengan harga banrol mulai dari Rp 4,579,000. Sepatu sepak bola berbahan dasar kulit kangguru ini, mampu membuat pemakainya menguasai bola dengan baik. Dalam kondisi rumput yang basah maupun kering, Nike Tiempo siap diapakai untuk bermanuver di lapangan. Berbobot 230 gr dan biasa dikenakan oleh para pemain bertahan dan kiper. Salah satunya adalah Andrea Pirlo.

4. Nike Hypervenom

Sepatu Sepak Bola Nike Hypervenom
Sepatu Sepak Bola Nike Hypervenom

Nike Hypervenom menjadi sepatu sepak bola favorit para striker, diantaranya adalah Wayne Rooney. Memiliki kualitas yang hampir mirip dengan Nike Magistra Obra, namun berada selevel diatasnya. Dilepas di pasaran dengan harga jual mulai dari Rp 4,600,000.

3. Puma EvoSpeed

Sepatu Sepak Bola Puma EvoSpeed
Sepatu Sepak Bola Puma EvoSpeed

Puma EvoSpeed menduduki urutan bontot 3 besar sepatu sepak bola paling mahal di dunia. Dengan bobotnya yang hanya 192 gr, sepatu keluaran Puma ini mampu meningkatkan kecepatan berlari pemakainya. Salah satu bintang sepakbola yang mengenakan Puma EvoSpeed adalah Antoine Griezmann. Dijual di pasaran dengan harga mulai dari Rp 4,610,000.

2. Puma EvoPower

Sepatu Sepak Bola Puma EvoPower
Sepatu Sepak Bola Puma EvoPower

Hampir mirip dengan Puma EvoSpeed, namun memiliki kualitas 1 level diatasnya. Puma EvoPower dijual dengan harga Rp 4,630.000. Salah satu bintang sepakbola yang pernah mengenakannya adalah Sergio Aguero.

1. Warrior Skreamer

Sepatu Sepak Bola Warrior Skreamer
Sepatu Sepak Bola Warrior Skreamer

Akhirnya, sampai juga ke posisi juara. Warrior Skreamer saat ini memegang predikat sebagai sepatu sepak bola paling mahal di dunia. Sepatu yang diproduksi oleh produsen bernama Warrior ini, memiliki berat sekitar 209 gr. Dimana keunggulan yang paling dibanggakan adalah meningkatkan kemampuan dalam mengontrol bola bagi si pemakai. Di pasaran sepatu sepak bola paling mahal di dunia ini dijual dengan harga mulai dari Rp 6,988,000. Salah satu bintang sepakbola yang mengenakan Warrior Skreamer adalah Mario Balotelli.

Pembagian Tugas Wasit Sepak Bola di Lapangan

Wasit Sepak Bola
Wasit Sepak Bola

Pada umumnya, ada 3 wasit sepak bola yang selalu bertugas di lapangan. Dimana ketiga wasit tersebut dibagi menjadi 1 orang wasit utama dan 2 orang hakim garis. Tugas wasit utama adalah memastikan pertandingan berjalan sesuai dengan koridor peraturan resmi sepak bola yang berlaku. Sementara hakim garis bertugas untuk mengawasi keluarnya bola dari garis lapangan, menentukan posisi offside, dan sebagai penasihat wasit utama jikalau memang diperlukan. Berikut dibawah ini adalah detail tugas wasit sepak bola di lapangan.

Detail pembagian tugas wasit sepak bola di lapangan

Tugas dari Wasit Utama

  • Memastikan pertandingan berjalan sesuai dengan aturan resmi yang berlaku
  • Menjatuhkan sanksi kepada pemain yang mengganggu jalannya pertandingan
  • Menjatuhkan sanksi kepada pemain yang melanggar peraturan
  • Menengahkan perselisihan yang terjadi antara pemain di lapangan
  • Membuat catatan jalannya pertandingan
  • Memastikan bahwa bola yang digunakan memenuhi syarat dan ketentuan yang diberlakukan secara resmi atau tidak

Dalam hal ini, bisa dikatakan kalau wasit sepak bola yang utama punya kekuasaan penuh untuk menentukan hal yang salah dan benar dalam sebuah pertandingan sepak bola. Bahkan berkuasa untuk memberhentikan atau membatalkan pertandingan, jika menemukan aksi-aksi yang tidak sesuai dengan peraturan resmi yang ada.

Tugas dari Hakim Garis

  • Berperan sebagai pembantu wasit utama
  • Mengawasi bola tetap berada didalam garis lapangan, ketika sedang dimainkan
  • Memutuskan regu mana dan kapan regu tersebut bisa melakukan lemparan ke dalam, tendangan bebas, tendangan sudut, tendangan gawang, serta tendangan penalti
  • Membantu wasit utama untuk membuat sebuah keputusan dalam sebuah pertandingan, jika memang diperlukan

Posisi siaga wasit sepak bola dalam sebuah pertandingan

Posisi ketiga wasit pada saat pertandingan dimulai

Wasit utama berdiri di lingkaran tengah lapangan untuk menyaksikan, sekaligus mengawasi kick off awal pertandingan. Selanjutnya, bergerak bolak-balik lapangan sesuai dengan arah bola yang sedang dimainkan para pemain. Sementara hakim garis berdiri di luar garis lapangan, lalu bergerak bolak-balik untuk mengawasi bola dari luar garis lapangan.

Posisi wasit saat tendangan sudut terjadi

Sebelum tendangan sudut hendak dilakukan, wasit berdiri disamping gawang. Tepatnya berada di titik tengah lintasan garis titik sudut dan gawang, selanjutnya meniup pluit tanda tendangan sudut boleh dilakukan. Berada pada spot tersebut bertujuan agar wasit mudah mengawasi segala bentuk pelanggaran yang kemungkinan terjadi saat eksekusi tendangan sudut dan setelahnya.

Posisi wasit saat tendangan gawang terjadi

Saat wasit memutuskan bahwa tendangan gawang harus dilakukan oleh kiper, wasit langsung berlari ke posisi di titik tengah yang ditarik secara diagonal panjang lapangan. Sementara itu, hakim garis 1 berdiri disekitar kotak gawang untuk mengawasi kiper dan hakim garis 2 berdiri 1 baris dengan pemain regu bertahan yang bersiaga di barisan pertahanan paling dekat dengan gawangnya.

Posisi wasit saat tendangan penalti terjadi

Sebelum meniup pluit tanda tendangan penalti boleh dieksekusi, para pemain akan diminta wasit keluar dari area kotak penalti regu bertahan. Terkecuali, kiper regu bertahan dan 1 pemain yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti. Sehingga wasit dapat secara jelas melihat, kalau tendangan penalti hanya betul-betul bersih dan dilakukan oleh 1 orang eksekutor saja. Disisi lain, hakim garis 1 berdiri di dekat gawang untuk mengawasi kiper regu bertahan dan hakim garis 2 berdiri di titik tengah lintasan pemain eksekutor dan kiper regu bertahan.

Peralatan yang dibawa oleh wasit selama mengawasi pertandingan

Pluit

Digunakan wasit untuk memberikan instruksi di lapangan. Seperti misalnya sebagai tanda laga sudah bisa dimulai atau laga sudah berakhir, menghentikan laga karena terjadi pelanggaran, dan lain sebagainya.

Jam tangan

Sebagai alat untuk memantau durasi pertandingan dan durasi istirahat. Selain itu jam tangan biasa dikenakan wasit untuk mencatat di menit ke berapa terjadi gol ataupun pelanggaran. Terkadang, seorang wasit tak elak sering juga mengenakan 2 jam tangan saat bertugas. Dimana, jam yang pertama hanya akan digunakan untuk mengawasi lamanya waktu bertanding. Lalu, 1 lagi digunakan untuk memonitor waktu kalau wasit mendapati aksi pelanggaran di lapangan hijau.

Stopwatch

Sebagai alat untuk memonitor waktu bertanding.

Kartu

Wasit Sepak Bola Menyodorkan Kartu Merah Kepada Pemain yang Melanggar Peraturan
Wasit Sepak Bola Menyodorkan Kartu Merah Kepada Pemain yang Melanggar Peraturan

Ada 2 kartu yang akan dikantongi wasit saat bertugas, yaitu kartu berwarna kuning dan merah. Kartu kuning akan disodorkan wasit kepada pemain yang melakukan pelanggaran yang bersifat ringan, sedangkan kartu merah disodorkan kala wasit melihat aksi pelanggaran berat.

Buku kecil

Digunakan wasit untuk menulis semua kejadian yang harus dicatat selama pertandingan. Semisal pemain yang berhasil menciptakan gol, pergantian pemain, pelanggaran yang terjadi selama pertandingan berjalan, dan masih banyak lagi.

Headset dan microphone

Ketiga wasit mengenakan alat ini untuk bisa saling berkomunikasi satu sama lain, saat bertugas di lapangan untuk mengawasi jalannya pertandingan.

Bendera

Bendera yang dibawa oleh Hakim Garis
Bendera yang dibawa oleh Hakim Garis

Bendera hanya khusus dibawa oleh hakim garis saja. Hakim garis akan mengangkat bendera ini, jika menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pemain. Terkadang bendera yang digunakan bercorak diamond, kotak-kotak, maupun polos.

Papan Elektronik

Digunakan wasit untuk menandakan pergantian pemain atau penambahan waktu (injury time).

Wasit sepak bola yang bertugas pada umumnya mengacu pada peraturan sepak bola yang diterbitkan oleh FIFA atau yang sering juga dikenal dengan FIFA Laws of The Game.

Baru Gabung Madrid, Theo Hernandez Sudah Dicela

Baru Gabung Madrid, Theo Hernandez Sudah Dicela
Baru Gabung Madrid, Theo Hernandez Sudah Dicela

Setelah resmi meneken kontrak, Real Madrid langsung menggelar konferensi pers untuk memperkenalkan pemain barunya, Theo Hernandez kemarin lusa (Selasa, 11 / 7 / 2017). Sayang, acara perkenalan yang digelar langsung di markas El Real, Santiago Bernabeu berbuah kesan tak sedap dari Hernandez.

Sebelumnya, Hernandez diangkut Madrid dari Atletico Madrid dengan uang mahar senilai 26,000,000 Euro. Tak tanggung-tanggung, bek berdarah Prancis itu langsung diikat kontrak selama 6 tahun.

Pada acara perkenalan yang digelar oleh Madrid tersebut, Hernandez mengenakan seragam resmi Los Blancos berwarna putih bernomor punggung 15. Sebagai upaya untuk menghibur, Hernandez pun mulai memainkan si kulit bundar dan melangsungkan aksi juggling. Malang tak dapat ditolak, juggling yang dipertontonkannya terlihat tidak sempurna. Saat melakukan atraksi timang-timang bola tersebut, dirinya cuma mampu melakukan juggling sebanyak 6 kali. Merasa tambah gerogi, bola pun malah tersepak kakinya dan menjadi terlambung secara liar entah kemana. Ia pun sontak langsung menghadap ke fans dan wartawan yang menontonnya, sambil tersenyum menandakan show telah selesai.

Menyaksikan kegagalan juggling Hernandez, publik pun secara spontan langsung mencela dan mencibirnya di akun Twitter resmi pribadi Hernadez dan klub barunya. Namun begitu, ia pun hanya mengabaikan semua cemoohan itu. Baginya, itu merupakan soal sepele dibanding dengan performa impresif yang harus ditunjukkannya kepada Madrid di musim depan.

“Real Madrid adalah klub terbaik di dunia dan saya senang bisa menjadi bagian didalamnya. Terima kasih atas semua support yang diberikan publik dan fans kepada saya. Klub ini akan menjadikan saya sebagai pemain yang lebih baik lagi kedepannya”, cuit Hernandez menanggapi semua cibiran yang ditujukan kepadanya di Twitter dan terlansir di Football.

Sejatinya bukan Hernandez saja yang merasa gerogi, saat diperkenalkan Madrid di acara perkenalan pemain. Sebelum dirinya, ada juga Danilo yang harus menanggung malu di depan Madridista. Lantaran, juggling yang dipertontonkan juga gagal saat Madrid memperkenalkannya 2 tahun lalu.

The Blues Resmi Tambah Pemain Baru Kedua di Musim Panas Ini

The Blues Resmi Tambah Pemain Baru Kedua di Musim Panas Ini
The Blues Resmi Tambah Pemain Baru Kedua di Musim Panas Ini

Belakangan beredar informasi, kalau Chelsea baru saja resmi menambah pemain baru keduanya di musim panas tahun ini (2017). Pemain tersebut adalah bek yang dulunya membela AS Roma, Antonio Ruediger.

“Dengan ini Chelsea FC mengumumkan kegembiraan kepada para fans. Bahwa kami telah resmi merekrut Antonio Ruediger yang dulu bermain di Roma. Semua proses administrasi terkait transfer Antonio, sudah kami rampungkan”, papar Chelsea lewat laman resmi mereka.

Belum diketahui berapa uang mahar yang digelontorkan The Blues, untuk meminang pesepakbola yang juga bermain di timnas Jerman itu. Namun begitu, Ruediger sendiri acapkali mengatakan kalau Chelsea menebusnya dengan nominal transfer sebesar 34,000,000 Pounds.

Pemain berumur 24 tahun itu sendiri diikat kontrak oleh Si Biru selama 5 tahun. Tepatnya, kontrak kerja Ruediger di Stamford Bridge baru akan tuntas pada tahun 2022.

Disisi lain, Ruediger sendiri mengaku punya kebanggaan sendiri karena dipikat Chelsea.

“Ini merupakan kesempatan emas untuk naik level di karir sepakbola saya. Belum tentu semua pesepakbola mendapat kesempatan yang berharga seperti yang saya dapatkan. Untuk itu, saya tidak akan menyia-nyiakannya dan akan mempersembahkan yang terbaik untuk Chelsea”, aku Ruediger kepada Mirror.

Di Roma sendiri, Ruediger dianggap sebagai bek andalan mereka. Dalam 36 kesempatan bertanding di berbagai ajang bersama Roma, Ruediger pun juga pernah menyumbang gol sekali. Selebihnya, ia dicatat juga melesatkan 4 assist. Saat ia mengawal lini belakang Roma, Roma pun tercatat sebagai klub dengan angka kebobolan terendah nomor 2 di Serie A. Yakni, hanya jebol sebanyak 38 kali. Selain berprestasi impresif di liga domestik Italia, dirinya juga ikut memperkuat timnasnya menjuarai Piala Konfederasi 2017.

“Dari pengalaman bermain di klub sebelumnya, saya rasa Antonio akan cocok bermain dengan pola kami. Yaitu, pola 4 – 4 – 3. Itupun saya lihat Antonio adalah bek yang fleksibel dan tidak susah beradaptasi dengan perubahan pola. Mengingat Antonio Conte bisa mendadak merubah pola, sesuai dengan kebutuhan. Antonio adalah pemain yang saya percaya sudah teruji. Sangat pas buat Chelsea”, terang Michael Emenalo selaku Direktur Teknik Si Biru.

“Dengan datangnya Antonio, pertahanan kami bakal lebih sulit ditembus”, sambung Emenalo.

“Pokoknya, keputusan kami mendatangkan Antonio betul-betul keputusan yang paling tepat”, tuntas mantan bek asal Nigeria itu.