Patahkan Meksiko, Jerman Merayap ke Final

Patahkan Meksiko, Jerman Merayap ke Final
Patahkan Meksiko, Jerman Merayap ke Final

Walaupun rata-rata diisi oleh pemain-pemain berusia muda dan masih miskin pengalaman di kancah sepakbola internasional, timnas Jerman toh berhasil maju ke partai final Piala Konfederasi 2017. Melihat itu, sang pelatih Tim Panser sangat bangga dengan perfoma anak-anak didiknya.

Dini hari WIB barusan (Jumat, 30 / 6 / 2017), Jerman berhak melaju ke babak berikutnya, setelah membekuk timnas Meksiko 4 – 1 di Fisht Olympic Stadium.

Saat wasit meniup pluit tanda laga dimulai, Jerman sudah bermain dengan sangat agresif. Alhasil, gol langsung terjadi pada menit ke 6 dan 2 menit setelahnya. Adalah Leon Goretzka yang memotori kedua gol tersebut. Adapun Jerman sukses mempertahankan kedudukan 2 – 0 hingga babak pertama kelar.

Berlanjut ke permainan setelah sesi turun minum, Jerman tampil semakin menjadi-jadi. Sontak, pada menit ke 59 Timo Werner membolongi gawang Meksiko dan kedudukan Jerman bertambah jadi 3 – 0.

Pada menit ke 89, Meksiko coba melakukan balasan. Giliran Marco Febian yang mencetak angka di papan skor. Namun, apa daya kedudukan 1 – 3 tersebut semakin diperlebar oleh Jerman di menit ke 91 lewat tendangan Amin Younes. Malang tak dapat ditolak lantaran waktu bertanding hampir habis, Meksiko tak punya kelebihan waktu lagi untuk mencari angka. Pertandingan babak semi final Piala Konfederasi 2017 itu pun berakhir dengan kemenangan timnas Jerman atas timnas Meksiko 4 – 1.

Dari catatan pertandingan yang dilakukan oleh ESPN, Jerman memiliki angka penguasaan bola sebesar 39 persen, melesatkan 12 shot yang 7 diantaranya on target. Sementara itu, Meksiko hanya tampil agresif pasca tertinggal 0 -3 dari Jerman. Mereka cuma berhasil melepaskan attempt sebanyak 26 kali dan cuma 8 shot yang tertarget.

Dengan catatan dari ESPN tersebut, senyum Loew pun semakin sumingrah. Mengukuhkan alasan Loew untuk bangga pada timnas yang dibesutnya, walau sempat dicibir bakal tampil bak peyek. Pasalnya Die Mannschaft yang diarsiteki Loew, harus tampil tanpa para pemain seniornya di Piala Konfederasi di Rusia tahun ini. Seperti halnya sosok Toni Kroos, Manuel Neuer, Mesut Oezil, Sami Khedira, Mats Hummels, dan Thomas Mueller. Kendati begitu, Loew berhasil membalikkan cibiran tersebut dengan berhasil masuk ke babak final dengan mulus.

“Sudah saya katakan dari awal. Saya yakin dan percaya penuh dengan anak-anak didik saya. Saya tidak memperdulikan omongan miring orang-orang”, tegas Loew saat disambangi Soccerway.

“Tampil tanpa pemain senior dan memainkan pemain yang cuma punya pengalaman sedikit di level intrenasional, memang bukanlah sebuah hal yang mudah. Tapi saya sangat yakin 100 persen, kalau pemain-pemain muda kami pun punya semangat yang luar biasa. Mereka sangat disiplin dan cerdas”, imbuhnya.

“Kami solid untuk mendukung satu sama lain. Berikutnya, kami hanya tinggal menyelesaikan tugas terakhir kami di babak final melawan Chile”, tuntas Loew.

Disisi lain, Chile berhak masuk ke partai final usai membekuk Portugal lewat adu tos-tosan.

Silva Mau Main Terus? Masih Kuat Ga?

Silva Mau Main Terus? Masih Kuat Ga?
Silva Mau Main Terus? Masih Kuat Ga?

Sebagai atlit, David Silva memang sudah memasuki usia senior. Namun begitu, gelandang berumur 31 tahun itu berkomitmen untuk tetap main dan membela klubnya, Manchester City asalkan fisiknya masih kuat.

Sebelumnya, Silva diangkut The Citizen 7 tahun lalu (2017) dari Valencia. Keputusan City membeli Silva pun sama sekali tidak salah, lantaran prestasi Silva terus melonjak sejak berjersey City.

Banyak titel berhasil disabet City saat Silva ikut turun tangan membelanya. Diantaranya adalah 2 kali juara Liga Premier, 1 kali juara Piala FA, dan 2 kali juara Liga Inggris. Selama merumput 296 kali bersama City di semua ajang, Silva sudah mempersembahkan 51 gol buat klubnya.

Disaat memasuki usia uzur sebagai atlit, rasa cinta Silva kepada klubnya pun tak surut. Penggawa timnas Spanyol itu justru malah berharap kalau durasi kontraknya masih bisa diperpanjang, usai kontraknya yang sekarang hingga tahun 2019 berakhir.

Tapi disisi lain, ia juga sadar kalau fisik dan umur tidak bakal berbohong. Dimana, kompetisi Liga Premier memiliki persaingan yang sangat ketat. Pesepakbola yang loyo bak ayam sayur tidak bakal bertahan dan akan tergilas dengan sendirinya. Silva sendiri bisa dibilang awet bertahan di Liga Premier, karena ia sangat menjaga kondisi fisiknya. Ia termasuk pemain yang bisa dibilang hampir tidak pernah didera cidera parah saat bersama City.

Berdasarkan catatan yang dimiliki Transfermarket, Silva cuma pernah vakum selama 45 hari pada musim lalu. Saat itu, ia mendapat cidera ankle yang sangat parah.

“Kalau dibilang saya adalah pemain yang selalu siap siaga untuk City, ya saya tegaskan itu sangat benar. Saya sangat mencintai klub saya. Saya betul-betul kerasan dan mau bisa bermain selama mungkin disini”, ujar Silva saat disambangi wartawan.

“Cuma ya saya sadar. Masa atlit itu ada batasnya. Kalau saya sudah merasa tidak kuat, itu berarti saatnya saya harus gantung sepatu. Namun kalau saya masih merasa kuat, saya akan terus main disini (City)”, lanjutnya lagi.

“Liga Premier adalah kompetisi yang benar-benar berbeda dari kompetisi lainnya. Tidak seperti saat saya bermain di La Liga, Liga Premier menuntut fisik yang sangat prima”, tuntas Silva.

Garuda Muda U-16 Biar Jadi Jawara di Vietnam, Tak Boleh Sombong

Garuda Muda U-16 Biar Jadi Jawara di Vietnam, Tak Boleh Sombong
Garuda Muda U-16 Biar Jadi Jawara di Vietnam, Tak Boleh Sombong

Walau sukses menjuarai event Tien Phong Plastic Cup 2017 Vietnam, tim nasional (timnas) Indonesia U – 16 disarankan untuk tidak sombong dan cepat puas diri. Ini lantaran masih banyak yang harus mereka kerjakan setelah event tersebut.

Usai mengkoleksi 7 poin dari 3 laga, tim besutan Fachri Husaini itu akhirnya berhasil menggasak piala di Vietnam. Terakhir, mereka mempecundangi Taiwan habis-habisan. Tak tanggung-tanggung, skor kemenangan 11 – 0 berhasil mereka ciptakan.

Sebelumnya mereka juga menghajar Myanmar dengan skor 4 – 1, walau sempat dihadapkan dengan tim tuan rumah yang tangguh dan cuma mampu bermain imbang 1 – 1. Alhasil, Vietnam harus mengikhlaskan titel kepada Indonesia dengan duduk di peringkat 2 dengan saldo 5 poin.

Selain berhasil memenangkan turnamen, Garuda Muda U – 16 juga dinobatkan sebagai tim fair play. Gelar ‘the best player’ dan ‘top skorer’ juga dua-duanya digondol oleh pemain dari Indonesia. Yakni, Hamsa Lestaluhu sebagai pemain terbaik dan Rendy Juliansyah sebagai pencetak angka terbanyak. Dimana selama merumput di Vietnam, Rendy berhasil membobol gawang lawan sebanyak 7 kali.

“Syukur Alhamdulillah, kami berhasil menjuarai Turnamen Vietnam. Ini semua karena kerjasama tim yang baik. Baik itu dari pemain, tim pelatih, dan juga tim ofisial. Semua berjalan sesuai dengan rencana yang sudah disusun dengan matang”, ujar Fachri dengan bangga.

“Bukan cuma jadi juara. Gelar fair Play Award, pencetak angka terbanyak dan pemain terbaik juga jatuh ke tangan kami. Namun begitu, saya ingin menghimbau kepada tim agar tidak juga jadi terlena. Jangan sombong dan tetap mempertahankan kerja bagus ini. Malah harus bisa lebih meningkat levelnya. Ingat lho, habis ini harus sudah siap-siap tanding lagi di Piala AFF dan Piala Asia. Banyak yang harus kita kerjakan”, tambah pelatih asli Lhokseumawe itu.

“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mendukung dan menyemangati kami. Terima kasih juga kepada tim dan pihak-pihak yang sudah mendukung kami. Kami telah melakukan yang terbaik dan Alhamdulillah berhasil”.

“Pengalaman berharga di Vietnam kemarin akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk bisa melakukan pembenahan dan tampil lebih baik lagi kedepannya”, tuntasnya menyudahi wawancara dengan wartawan

Kedepan, Fachri harus kembali mempersiapkan anak didiknyua untuk tampil di Piala AFF U – 15 2017 pada bulan Juli 2017 dan Kualifikasi Piala Asia U -16 2018 pada bulan September 2017.

Mitra Kukar Sukses Banting Persegres 3 – 1

Mitra Kukar Sukses Banting Persegres 3 - 1
Mitra Kukar Sukses Banting Persegres 3 – 1

Pada laga lanjutan pekan ke 11 Liga 1 Gojek Traveloka yang digelar di Stadion Aji Imbut Tenggarong kemarin (Kamis, 15 / 6 / 2017), Mitra Kukar sukses membanting Persegres Gresik United 3 – 1.

Sedari awal, Naga Mekes memang sudah tampil gemes. Baru berlaga selama 10 menit, gol langsung tercipta lewat sepakan Bayu Pradana. Sontak, klub asuhan Jafri Sastra itu memimpin pertandingan dengan kedudukan sementara 1 – 0.

5 menit kemudian, Mitra Kukar lagi-lagi membuat kehebohan baru. Mohamed Sissoko, salah satu marque player klub melesakkan si kulit bundar lagi ke gawang Gresik. Alhasil, skor pun bertambah menjadi 2 – 0. Hingga ronde pertama, Mitra Kukar berhasil mempertahankan keunggulan tersebut.

Usai sesi turun minum, Gresik coba melakukan balasan. Upaya mereka berhasil, saat laga berjalan pada menit ke 52. Patrick Daniel da Silva membolongi gawang yang dikawal oleh Joko Ribowo, sekaligus memperkecil ketertinggalan klubnya menjadi 1 – 2.

Tak terima gawangnya dijebol, Mitra Kukar pun ngamuk. Mereka kembali bikin gol di menit ke 83. Penyerang asal Brazil mereka dengan jeli memanfaatkan momen, kala bola sedang rebound di bibir gawang Gresik. Skor pun bertambah menjadi 3 – 1 untuk Mitra Kukar.

Selanjutnya, tidak ada lagi perubahan angka pada papan skor. Laga pun berakhir dengan kemenangan tim tuan rumah atas Persegres Gresik 3 – 1.

Dengan kemenangan laga kandang kemarin, Mitra Kukar berhasil memperbaiki rankingnya ke urutan 4 dengan mengantongi 18 poin. Sementara itu, Gresik masih harus stag di ranking 17 dengan mengantongi 5 poin.