Tips Bijak Mengambil KPR

Tips Bijak Mengambil KPR

Tips Bijak Mengambil KPR

Tips Bijak Mengambil KPR

Bisa memiliki rumah sendiri sudah tentu merupakan impian bagi semua orang. Kendati begitu, impian indah tersebut harus terbentur dengan realita harga rumah yang kerap naik dan semakin tinggi. Terselimuti dengan kebutuhan hidup lain yang juga penting, kita pun pada akhirnya cuma bisa gigit jari. Apalagi sampai terkumpul uang untuk membeli 1 unit, mengumpulkan uang buat DP (Down Payment) saja sulit.

Kunci sebenarnya ada pada perencanaan. Perencanaan yang matang akan memungkinkan siapa saja untuk bisa membeli rumah sendiri. Ada 2 cara yang bisa menjadi bagian dari rencana keuangan kita dalam membeli rumah. Yaitu, melalui pembelian tunai atau lewat jalur KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Karena uang yang dibutuhkan untuk membeli rumah tidaklah sedikit, maka KPR menjadi opsi yang paling banyak dipilih orang. Namun begitu, janganlah cepat senang dulu. Jika kita tidak bisa mempersiapkan diri dengan baik dalam mengajukan KPR, maka bank pun bisa-bisa menolak pengajuan pinjaman kita. Jika KPR disetujui, kita pun harus bisa mengelola uang dengan baik agar tidak sampai macet ditengah jalan dalam membayar cicilan.

Berikut ada tips bijak mengambil KPR, agar anda bisa lebih siap diri untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

  • Target membeli rumah sebaiknya dibuat dari jauh-jauh hari

Membeli rumah sudah tentu berbeda 180 derajat dengan sekedar membeli gadget atau barang elektronik, karena harganya pun sudah pasti amatlah tinggi. Maka dari itu, persiapan yang matang sangat diperlukan jika serius mau membeli rumah.

Penentuan kisaran harga rumah yang mampu disanggupi, bisa menjadi langkah awal yang bijak sebelum kita mengajukan KPR ke bank. Akan tetapi, kita juga tetap harus mempertimbangkan dengan kenaikan harga beli yang akan terjadi setiap tahunnya. Artinya semakin cepat dalam membuat keputusan, harga beli rumah yang ditargetkan pun akan semakin sesuai dengan perencanaan kita. Sebagai contoh, kita membuat angka kesanggupan di harga 200 juta. Maka perlu dicatat bahwa dalam waktu 2 hingga 3 tahun mendatang, rumah yang kita bidik tersebut bisa melambung harganya hingga 300 juta.

Jumlah DP yang biasanya harus dibayarkan dalam KPR adalah 30 persen dari harga beli rumah yang dibidik. Biaya lain yang diperlukan selain DP adalah biaya untuk menyewa notaris.

  • Buatlah buku kas pemasukan dan pengeluaran Anda

Agar keuangan terkelola dengan baik, maka kita harus tahu persis pemasukan dan pengeluaran kita. Kita bisa memanfaatkan software catatan keuangan yang bisa didapatkan dengan mudah secara online, maupun juga cukup dicatat secara manual.

Dengan mengetahui aliran kas kita secara detail, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengatur skala prioritas dan menabung.

  • Menabunglah di bank yang bisa memfasilitasi KPR

Tidak sulit saat ini untuk mencari bank yang bisa memfasilitasi KPR, karena hampir semua bank punya fasilitas ini. Tinggal dibutuhkan kejelian kita, bank mana yang paling baik menawarkan fitur-fitur dari KPRnya.

  • Investasi di emas

Menabung dalam bentuk emas bisa menjadi opsi yang bijak dalam berinvestasi. Hal ini disebabkan dengan harga emas yang cenderung naik dan bisa dikatakan hampir tidak pernah jatuh lebih rendah daripada inflasi.

Menjual emas yang pada saat harganya naik, maka akan semakin memperbanyak tabungan kita untuk DP rumah.

  • Menakar kesanggupan cicilan dengan penghasilan

Jumlah cicilan yang harus dibayar setelah melakukan DP menjadi faktor yang sangat penting juga. Jangan sampai terlalu membebani dan pada akhirnya membuat kita collapse, hanya karena penghasilan kita tidak mampu menutupi jumlah cicilan tersebut berbarengan dengan kebutuhan hidup lain yang tetap harus berjalan. Mengingat tenor cicilan rumah akan berjalan dalam waktu yang sangat panjang. Jika kita collapse, bisa-bisa KPR kita macet ditengah jalan dan rumah yang sudah kita bayarkan DPnya bisa amblas begitu saja.

Namun begitu, biasanya bank juga sudah menentukan kalau cicilan KPR per bulannya tidak boleh lebih dari 30 persen penghasilan rutin kita setiap bulannya.

Semakin besar jumlah DP yang kita bayarkan, maka nilai cicilan setiap bulannya pun akan semakin rendah.